Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Emiten Di BEI Periode 2003-2006

LOGO JURNAL EKONOMI DAN BISNIS BARUPENGARUH VARIABEL FUNDAMENTALTERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN GO PUBLIC 

DI BURSA EFEK JAKARTA

Rowland B.F. Pasaribu

Abstract

This study aimed to test five fundamental factors (growth, profitability, leverage, liquidity, and efficiency) and two market ratios (earning ratio, and price earning ratio) that predicted to influence stock price in several groups of manufacturing industries listed in Jakarta Stock Exchange from 2003 till 2006. The result of this ratios, using multiple regressions shows that all the fundamentals factors and market ratio has significant influence simultaneously and partially in all industries. Earning per share was the dominant influence variable in six industries, where profitability factors in farming industries and liquidity factors in the property and real estate industry. All proxy has coefficient of determination range 21,98% – 85,41%. 

Keywords: growth, profitability, leverage, liquidity, efficiency, earning ratio, price earning ratio, stock price.

PENDAHULUAN

Harga suatu produk berdasarkan definisi klasik adalah gambaran titik temu antara sisi penawaran dan permintaan, sebab untuk beberapa produk tertentu ada yang sama sekali tidak terkait langsung dengan permintaan atau penawaran. Oleh karenanya, banyak hal yang mampu dan capable untuk mempengaruhi titik temu kedua sisi tersebut. Harga saham misalnya, tidak cukup hanya sisi permintaan dan penawaran (atau bahkan sama sekali tidak) yang merepresentasikan terbentuknya harga produk tersebut. Fabozzi (1999) menyatakan bahwa dalam analisis sekuritas ada dua pendekatan yang digunakan yaitu analisis fundamental dan teknikal. Analisis fundamental didasarkan pada dua model dasar penilaian sekuritas yaitu earning multiplier dan asset values, sedangkan analisis teknikal secara umum memfokuskan perhatian pada perubahan volume dan harga pasar sekuritas.

Faktor fundamental yang sering digunakan untuk memprediksi harga saham atau return saham adalah rasio keuangan dan rasio pasar. Rasio keuangan yang berfungsi untuk memprediksi harga saham antara lain: return on assets (ROA), debt equity ratio (DER), dan book value per Share (BVS). Rasio pasar yang sering dikaitkan dengan harga atau return saham adalah price book value (PBV).

Faktor teknikal diukur dengan beberapa indikator antara lain inflasi, nilai tukar mata uang, dan resiko pasar. Saham perusahaan yang go public adalah komoditi investasi yang berisiko, karena bersifat peka terhadap perubahan – perubahan yang terjadi, baik perubahan di dalam negeri maupun perubahan dari luar negeri. Perubahan-perubahan ini tentunya merupakan risiko bagi investor. Risiko ini terbagi menjadi risiko sistematis dan risiko tidak sistematis.  Sharpe (1999)mendefinisikan risiko sistematis sebagai bagian dari perubahan aktiva yang dapat dihubungkan kepada faktor umum yang juga disebut sebagai risiko pasar atau risiko yang tidak dapat dibagi. Risiko sistematis merupakan tingkat minimum risiko yang dapat diperoleh bagi suatu portofolio melalui diversifikasi sejumlah besar aktiva yang dipilih secara acak. Risiko tidak sistematis adalah risiko yang unik bagi perusahaan, seperti pemogokan kerja oleh pekerja perusahaan, bencana alam yang menimpa perusahaan, dan lain-lain sejenisnya (Fabozzi, 1999).

Penelitian sebelumnya juga terlihat berusaha menambah item-item yang menurut mereka capable untuk mempengaruhi harga saham, diantaranya adalah: a) arus kas (Sloan, 1996; Triyono dan Hartono, 2000; Pradhono dan Christian, 2004; Sukartaatmadja 2005; Setiawan, 2005; Daniati dan Suhairi, 2006; Meythi, 2006); b) indikator ekonomi makro (Reza, 2000; Hilda, 2003; Auliyah, 2006; Ernawati 2007); c) penciptaan nilai tambah ekonomis (Sartono dan Setiawan, 1999; Praweti, 2003; Rohmah dan Trisnawati, 2004; Dewi, 2004; Sasongko dan Wulandari, 2006) dan; d) moment atau peristiwa tertentu (Sularso, 2003; Susilo dan Jaryono, 2004; Iramani dan Mahdi, 2006; Siaputra dan Atmadja, 2006). Sementara pada beberapa penelitian sebelumnya yang menghubungkan antara faktor fundamental (rasio keuangan) dengan harga saham menunjukkan hasil yang variatif, baik itu yang berpengaruh signifikan (Kusdiyanto, 1996; Rahadjo, 2001; Rosyadi, 2002; Riska, 2002; Wibowo, Idawati, Kharisma, Lestari, Santoso, Sitobang, Sudarto, dan Havid, 2003; Fahrani, 2004; Wulandari, Mawardi, 2005; Enggarini, Asna dan Nugraha, 2006; Faridl, 2007) atau tidak berpengaruh sama sekali (Riska, 2002; Haryanto, dan Sugiharto, 2003; Hengki, 2004; Anggraeni dan Sugiharto 2004; Suharli, 2005; Puspasari, 2006; Siyami, 2007).

Hasil penelitian yang variatif tersebut mendorong untuk dilakukan penelitian lanjutan tentang hubungan atau pengaruh faktor fundamental (rasio keuangan) dengan harga saham. Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah penambahan pada proksi faktor fundamental yang tidak hanya terpaku pada profitabilitas dan leverage, tapi juga pertumbuhan, dan efisiensi operasional perusahaan, cakupan luas sampel, dan periode penelitian.

Silahkan download disini JEB Vol 2 No 2 Jul 2008 PENGARUH VARIABEL FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM EMITEN

Citation:

Pasaribu, Rowland Bismark, Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Emiten Di BEI. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113); ISSN: 1978 – 3116).

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: