STRATEGI INVESTASI MOMENTUM: Profit Momentum Portofolio Pemenang-Pecundang Di Indonesia

Dionysia Kowanda

Universitas Gunadarma

Rowland Bismark Fernando Pasaribu

ABFI PERBANAS Institute Jakarta

(rowland.pasaribu@gmail.com)

Ketika harga suatu komoditi tidak lagi mencerminkan dinamika permintaan dan penawaran yang ada, maka akan timbul suatu usaha pencarian solusi guna menyikapinya. Karena dampaknya secara langsung akan mempengaruhi motivasi-motivasi seseorang untuk memiliki komoditi tersebut. Terlebih bila komoditi yang dimaksud adalah komoditi yang menjadi alat atau instrumen penyimpanan nilai atau investasi.

Ketidakpastian akan masa mendatang, adalah salah satu fenomena yang seolah membatasi niatan perilaku investasi yang telah puluhan tahun menjadi objek kajian penelitian di bidang manajemen keuangan khususnya teori investasi. Berbagai konsep, teori, dan pendekatan-pendekatan ilmiah telah dilakukan menyikapinya, yang semuanya itu mencoba memberi penjelasan rasional perihal penetapan harga aset yang layak menjadi komoditi atau instrument investasi. Setelah keresahan perihal bagaimana seharusnya pemodelan yang layak mengenai penetapan harga aset terpenuhi, maka dinamika pro-kontra akan suatu model yang terbentuk pun seolah menjadi keharusan pencapaian konsensus penggunaan suatu model penetapan harga aset. Tak kurang mulai dari teori CAPM-nya Sharpe, hingga kemunculan ide kreatifnya Fama (1970) perihal distribusi informasi (teori efisiensi pasar) yang diikuti oleh model penetapan harga aset multifaktor, mendominasi dunia kajian ilmiah teori investasi.

Jika model penetapan harga aset adalah suatu cara dalam menyikapi arus informasi, maka setelah 15 tahun setelah kemunculannya, teori pasar efisiensi baik secara langsung atau tidak langsung menginspirasi Debondt dan Thaler (1985) dalam memunculkan teori investasi berikutnya, yakni “hipotesis reaksi berlebihan”. Di mana ide utama teori ini adalah investor yang hanya mengambil informasi sepenggal dan bertindak overreact (reaksi berlebihan) terhadap munculnya informasi baru tersebut. Tindak-lanjut hipotesis ini pada tahapan selanjutnya adalah apa yang disebut sebagai strategi investasi kontrarian. Delapan tahun kemudian, Jegadeesh dan Titman (1993) mengutarakan ide sebaliknya dari apa yang diutarakan Debondt dan Thaler (1985), yakni membeli saham pemenang masa lalu dan jual saham pecundang. Ini adalah salah satu strategi perdagangan investor yang paling sederhana di pasar saham yang dapat dipilih untuk diterapkan. Pada fase berikutnya, dikotomi strategi kontrarian versus strategi momentum segera menggejala pada kecenderungan penelitian perihal strategi investasi, entah itu dikaitkan dengan model penetapan harga aset atau fokus komparasi pada simulasi implementasi kedua strategi tersebut.

Apa sebenarnya strategi momentum tersebut? Strategi ini secara sederhana adalah strategi investasi yang membeli saham pemenang dan menjual saham pecundang berdasarkan data masa lalu yang karena dibangun sedemikian rupa hingga dapat memanfaatkan pergerakan harga yang sedang berlangsung dari saham. Intuisi di balik strategi ini sangat sederhana, karena secara logika sederhana menyimpulkan bahwa saham yang telah menghasilkan kinerja yang baik di masa lalu pasti juga akan melakukannya dengan baik di masa depan. Yang menjadi pertanyaannya adalah jika memang harga saham masa lalu adalah indikasi tentang bagaimana saham akan tampil di masa depan, bukankah hal ini melanggar asumsi yang sangat inti dari teori keuangan klasik yang diajarkan di sekolah-sekolah bisnis di seluruh dunia.

Download disini JEB Vol 6 No 2 Jul 2012 STRATEGI INVESTASI MOMENTUM

Citation

Kowanda, Dionysia dan Rowland Bismark Fernando Pasaribu. 2012. Strategi Investasi Momentum: Profit Momentum Portofolio Pemenang-Pecundang Di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 6, No. 2, Juli 2012 (109-136).

  1. junizkacu
    September 3, 2012 at 7:36 am

    like dis 🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: